TUGAS
III
INOVASI
PEMBELAJARAN SAINS
Sintaks
Project Based Learning
No
|
Sintaks
model PJBL Konvensional
|
Sintaks
PJBL Hasil modifikasi
|
Indikator
Argumentasi
|
Alasan
serta Dampak Inovasi Sintaks terhadap Kemampuan Argumentasi
|
(Inovasi)
|
||||
1
|
Penentuan
pertanyaan mendasar (Questioning)
|
Questioning
|
Alasan memodifikasi
langkah ini karena pada sintaks konvensional kurang tergambar dengan rinci
apa yang akan dilakukan siswa.
|
|
Guru bersama dengan
siswa menentukan tema/topik proyek
|
Guru mengkondisikan
siswa untuk siap mengikuti kegiatan belajar dan melakukan review pembelajaran
sub-bab sebelumnya
|
-
|
Dengan dilakukannya
modifikasi diharapkan berdampak terhadap kemampuan argumentasi siswa
|
|
Guru memberikan
motivasi melalui contoh implikasi materi dalam kehidupan
sehari-hari dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai materi sifat-sifat
koloid.
|
-
|
|||
Guru memberikan
siswa suatu masalah terkait materi secara singkat untuk mengacu siswa
memberikan pernyataan yang menjawab permasalahan
tersebut kemudian mengumpulkan pernyataan-pernyataan siswa dari
materi sifat-sifat koloid.
|
Memberikan
pernyataan dari suatu masalah
|
|||
Guru
menginstruksikan siswa mencatat pernyataan-pernyataan yang dapat
dibembuktikan dengan implikasi materi sifat-sifat koloid terhadap lingkungan
maupun kehidupan sehari-hari
|
Berpikir detail
(elaborasi)
|
|||
Berpikir luwes
|
||||
2
|
Mendesain
perencanaan proyek
|
Planning
|
Alasan melakukan
modifikasi pada langkah ini karena pada sintaks konvensional guru tekesan
seperti hanya berperan sebagai fasilitator saja namun tidak terperinci
fasilitator seperti apa dan bagaimana. Pada langkah hasil modifikasi
siswa bebas dalam merencanakan proyek apa yang dilakukan namun harus tetap
dalam koridor relevan dengan materi dengan diawasi secara optimal oleh guru
|
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk merancang langkah kegiatan penyelesaian proyek
|
Pernyataan penting
yang telah dirumuskan sebelumnya, selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah
topik/tema dalam penyusunan proyek yang akan dikerjakan.
|
Berpikir luwes,
lancar, elaborasi, orisinil
|
||
Dengan dilakukannya
modifikasi ini diharapkan dapat meningkat kemampuan berpikir lancar, detail
dan orisinil siswa serta dapat mempertahankan pendapat sendiri.
|
||||
Guru
menginstruksikan siswa untuk melakukan studi literatur melalui pada
fakta, informasi, evidensi, dan jalan pikiran yang menghubung-hubungkan fakta
dan informasi-informasi tersebut. Dengan mengetahui mengenai pernyataan yang
akan dikemukakannya, serta mengetahui prinsip ilmiah yang mencakup pernyataan
tadi, maka siswa dapat memperdalam masalah tersebut dengan proyek yang dilakukan . Dengan
data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan tadi .
|
Berpikir lancar,
luwes dan detail
|
|||
Guru membagi siswa
menjadi beberapa kelompok yang sebaran kemampuan berpikirnya heterogen untuk
nantinya menyusun proyek dengan konsep berbeda tiap kelompoknya
|
-
|
|||
Guru memberikan LKPD
yang kegiatan siswanya masih kosong dan harus diisi sendiri oleh siswa
sesuai dengan proyek apa yang akan mereka lakukan.
|
Berpikir detail
|
|||
Guru mengawasi dan
mengarahkan setiap kegiatan siswa agar proyek yang dirancang tidak melenceng
dari tujuan pembelajaran awal
|
-
|
|||
3
|
Menyusun
jadwal
|
Researching
|
Alasan modifikasi
yakni pada sintaks konvensional peran guru dan siswa terlalu umum dan tidak
terperinci
|
|
Guru memberikan
pendampingan kepada siswa melakukan penjadwalan semua kegiatan yang
telah dirancang
|
Guru memberikan
kesempatan seluas-luasnya untuk siswa bertanya dan mengeluarkan pendapat
mengenai proyek yang dilakukan.
|
Berargumentasi luwes
dan detail
|
Dengan dlikakukannya
modifikasi diharapkan kesematan yang diberikan guru untuk siswa berliterasi
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan
berpikir detail, lancar, luwes dan orisinil sehingga hasil karya proyek
memiliki ciri khas tersendiri (unik)
|
|
Guru mengawasi dan
mengarahkan setiap kegiatan siswa agar proyek yang dirancang tidak melenceng
dari tujuan pembelajaran awal
|
-
|
|||
4
|
Memonitor
siswa dan kemajuan proyek
|
Creating
|
Alasan modifikasi
yakni pada sintaks konvensional siswa tidak diberikan kesempatan untuk
berkreasi dengan apa yang sudah direncanakannya b erdasarkan pengembangan
tema/topik yang dirumuskan sendiri oleh siswa
|
|
Guru memfasilitasi
dan memonitor siswa dalam melaksanankan rancangan proyek yang telah
dibuat
|
Guru memfasilitasi
siswa dalam menciptakan ekperimen sederhana nya dengan pernyataan-pernyataan
yang telah disampaikan melalui masalah-masalah yang timbul yang akan
dirancang siswa itu sendiri.
|
-
|
||
Dengan dilakukannya
modifikasi ini diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan berpikir orisinil,
detail dan lancar yang dimilikinya serta dapat berpendapat sesuai dengan
pemikirannya masing-masing.
|
||||
5
|
Menguji
hasil
|
Improving
|
Alasan dilakukannya
modifikasi dikarenakan pada tahap ini siswa tidak hanya menguji hasil tetapi
melakukan improvisasi/modifikasi terhadap rancangan proyek yang sudah mulai
digarap sehingga jika terdapat irrelevansi akan diperbaiki.
|
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk mempresentasikan dan mempublikasikan karya
|
Guru mengawasi dan
mengarahkan setiap kegiatan siswa agar proyek yang dirancang tidak melenceng
dari tujuan pembelajaran awal
|
-
|
||
Dengan dilakukannya
modifikasi diharapkan proyek yang dirancang sendiri oleh siswa berjalan dan
hasil yang dicapai sesuai target dan relevan dengan materi serta dapat
meningkatkan kemampuan siwa dalam berargumentasi.
|
||||
Setiap detail
langkah dan alasan pemilihan langkah literatur serta tujuan yang ingin
dicapai selama proyek dilakukan dicatat dengan rinci pada LKPD dan akan di
persentasikan didepan kelas dengan percaya diri.
|
Berpikir detail
(elaborasi)
|
|||
6
|
Mengevaluasi
pengalaman
|
Presenting
|
Alasan modifikasi
yakni pada tahap presenting banyak kegiatan yang dapat dilakukan siswa dalam
memunculkan dan meningkatkan kemampuan argumentasi seperti mengomentari hsail
kelompok lain, menyampaikan persepsinya dalam berdiskusi dan menyimpulkan
hasil proyek dan kaitannya dengan implikasi materi dalam kehidupan
sehari-hari.
|
|
Guru dan siswa pada
akhir pembelajaran melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas
proyek
|
Guru memberikan
siswa kesempatan untuk mempresentasikan dan mengemukakan pendapatnya sendiri
dengan menjawab masalah-masalah yang diberikan di awal pembelajaran serta
menyimpulkan sendiri pembenaran terkait pernyataan dan bukti sudah
dilakukan melalui proyej masing-masing terkait materi sifat-sifat koloid.
|
Berpikir orisinil
dan lancar
|
||
Guru memberikan
siswa kesempatan untuk mempertimbangkan pandangan-pandangan atau
pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri.
|
Dengan dilakukkannya
modifikasi diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan berargementasi
dengan pendapat sendiri serta memuaskan siswa untuk menyampaikan
masalahnya.
|
|||
Guru memberikan
siswa kesempatan berusaha untuk mengemukakan pokok persoalannya dengan
jelas kemudian siswa harus menjelaskan mengapa ia harus memilih topik
dalam pernyataan tersebut serta mengemukakan pula konsep-konsep dan
istilah-istilah yang tepat sesuai dengan studi literatur
melalui pada fakta, informasi, evidensi, dan jalan pikiran yang
menghubung-hubungkan fakta dan informasi-informasi tersebut.
|
||||
Guru dan siswa
melakukan refleksi dari hasil kerja siswa, menyampaikan kesimpulan
pembelajaran dan proyek per individu . Guru meluruskan miskonsepsi yang
muncul selama pembelajaran.
|
||||
Guru memberikan
tugas/soal latihan berupa soal essay terstruktur mengenai proses belajar
dengan memberikan masalah dan siswa yang memberikan alternatif pemecahan
yang membutuhkan nalar dan ide kreatif siswa dalam menjawab
|
||||
Komentar:
Pembelajaran
di sekolah harusnya menerapkan prinsip teori kognitif-konstruktivistik dan
teori pemodelan tingkah laku sehingga peserta didik dapat mengembangkan diri
sesuai tujuan pembelajaran. Mengikuti perkembangan Pendidikan yang berorientasi
pada literasi abad 21, project based learning (PjBL) dapat dianggap
mengakomodasi bagian besar dari literasi abad 21 dan hakikat IPA dalam
pembelajaran. Literasi abad 21 mengakomodir literasi ICT, literasi kesehatan
dan lainnya yang diturunkan dalam 4C Skills. 4C Skills didefinisikan dalam pemecahan
masalah, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang semua ini dapat di
lakukan pada sintaks project base learning. Selain berhubungan dengan literasi
abad 21, PjBL memiliki visi yang sama dengan kegiatan
input-process-output-outcome pada hakikat IPA. Hal ini yang membedakan dengan
model pembalajaran nonsaintifik bahwa hakikat IPA harus memiliki hirarki bahwa IPA sebagai produk, IPA sebagai proses,
dan IPA sebagai sikap ilmiah. PjBL dapat memberikan kesempatan pada peserta
didik untuk melakukan percobaan dan penelitian (IPA sebagai proses) dalam
kegiatan observasi, prediksi, interpratasi, perencanaan, manipulasi, hipotesis,
dan kesimpulan. Kegiatan-kegiatan ini termasuk melatih peserta didik dalam
sikap ilmiah untuk membuktikan teori-teori dalam rangkaian hakikat IPA sebagai
produk.
PjBL
saat ini sesuai dengan kurikulum 2013 sebagain bagian yang diajarkan pada
pendidik dalam pembelajaran. PjBL memang merupakan model pembelajaran yang mainstream
namun, dalam pelaksanaannya dapat dikolaborasikan dengan hirarki maupun
kerangka piker modern seperti penerapan Technological Pedagogical Content
Knowledge (TPACK).
Comments
Post a Comment